Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
  • Harga dan Kualitas Beras, dan Sensus Penggilingan Padi (PIPA) BPS 2012

    Harga dan Kualitas Beras, dan Sensus Penggilingan Padi (PIPA) BPS 2012

    Kamis, 03 Juli 2014 01:19
  • Pengenalan dan Aplikasi Pengolahan Data Menggunakan Software “General Algebraic Modelling System (GAMS)”

    Pengenalan dan Aplikasi Pengolahan Data Menggunakan Software “General Algebraic Modelling System (GAMS)”

    Kamis, 19 Jun 2014 04:15
  • Coffee Morning “Konsep Kedaulatan Pangan”

    Coffee Morning “Konsep Kedaulatan Pangan”

    Selasa, 10 Jun 2014 08:45
  • Coffee Morning PSEKP “Mencapai Kedaulatan Pangan melalui Daging Kelinci”

    Coffee Morning PSEKP “Mencapai Kedaulatan Pangan melalui Daging Kelinci”

    Selasa, 13 Mei 2014 00:35
  • Regional Workshop Eco-Health on Poultry Production Cluster

    Regional Workshop Eco-Health on Poultry Production Cluster

    Selasa, 13 Mei 2014 00:30
  • Peraturan Baru Tunjangan Kinerja: Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Pegawai Kementan

    Peraturan Baru Tunjangan Kinerja: Tingkatkan Kinerja dan Disiplin Pegawai Kementan

    Kamis, 08 Mei 2014 07:54
  • Lokakarya Transfer Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan: Perlunya Kerjasama Internasional dalam Upaya Peningkatan Kapasitas Nasional Transfer Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan

    Lokakarya Transfer Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan: Perlunya Kerjasama Internasional dalam Upaya Peningkatan Kapasitas Nasional Transfer Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan

    Senin, 05 Mei 2014 08:00
  • Membangun Jejaring Kerjasama Penelitian

    Membangun Jejaring Kerjasama Penelitian

    Senin, 05 Mei 2014 00:29
  • Coffee Morning PSEKP “Permentan Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian”

    Coffee Morning PSEKP “Permentan Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian”

    Selasa, 15 April 2014 03:45
  • Kebijakan Impor Beras: Memahami Kasus Impor Beras Vietnam

    Kebijakan Impor Beras: Memahami Kasus Impor Beras Vietnam

    Selasa, 15 April 2014 03:41

Workshop dan Sosialisasi Penyusunan Model Penanggulangan Kemiskinan yang Responsif Gender, Bogor 29 Desember 2009

Worshop dan Sosialisasi Penyusunan Model Penanggulangan Kemiskinan yang Responsif Gender, Bogor 29 Desember 2009Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan pertanian merupakan amanat Inpres Nomor 9 tahun 2000 yang dijabarkan dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) dan Rencana Pembangunan Tahunan (Repeta) Departemen Pertanian. Guna mendukung kegiatan tersebut, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Penyusunan Model Penanggulangan Kemiskinan yang responsif Gender pada tanggal 29 Desember 2009.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 85 orang peserta dari berbagai instansi. Selain dihadiri oleh para peneliti PSEKP, kegiatan ini juga diikuti oleh 34 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi seperti unit kerja (Esselon I dan Esselon II) lingkup Departemen Pertanian, Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bappenas, Departemen Dalam Negeri, LIPI, Perguruan Tinggi, serta Mahasiswa Pascasarjana IPB dan UNPAD.

Worshop ini menghadirkan dua pembicara yang merupakan peneliti dari PSEKP yaitu Ir. Rita Nur Suhaeti, MSi sebagai pembicara pertama. Tema yang dibahas adalah Model Penanggulangan Kemiskinan yang Responsif Gender di Wilayah Perdesaan. Dalam kesempatan tersebut pembicara memaparkan tentang pentingnya penerapan PUG dalam penyusunan program pembangunan di sektor pertanian. Pembicara menuturkan bahwa selama ini sosialisasi PUG sudah dilakukan hampir di semua instansi pemerintah, namun dampaknya belum terlihat jelas dalam kegiatan pembangunan di tingkat akar rumput. Proses perencanaan kegiatan yang responsif gender belum menjadi prioritas program-program pembangunan karena masih banyak para perencana program dan pengambil keputusan yang belum memahami manfaat PUG.

Sedangkan pembicara kedua yaitu Dr. Edi Basuno mengusung tema Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Jawa Tengah, Bali dan Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut pembicara membahas keterkaitan antara PUG dengan Program PUAP. Program PUAP yang fokus pada pembangunan berbasis pertanian dan perdesaan secara substansi ditujukan guna penanggulangan kemiskinan. Sementara PUG adalah strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan. Oleh karena itu PUAP sebagai salah satu program Deptan seharusnya responsif gender dalam segala aspeknya. Dengan demikian, PUAP seharusnya mempertimbangkan PUG dalam pendekatannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa karena pemahaman yang belum mantap tentang PUG dari para pengambil kebijakan, baik ditingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun desa, maka dari kajian di ketiga provinsi belum ditemukan adanya integrasi PUG secara nyata dalam pelaksanaan PUAP. Dari Berbagai dokumen program PUAP diketahui bahwa dalam program PUAP belum dilengkapi dengan konsep PUG.

Informasi tambahan